Unissula Luncurkan Mobil Hibrid

SEMARANG - Fakultas Teknologi Industri (FTI) Unissula akan meluncurkan mobil hibrid yang dinamai Molex, akronim dari hybrid mobile electric.
''Peluncuran secara simbolis rencananya dilakukan Gubernur H Bibit Waluyo di pelataran kantor gubernuran sebelum Ramadan,'' kata Dekan Ir H Sukarno Budi Utomo  MT, Minggu (8/7).

Dukungan atas rencana peluncuran mobil itu datang dari berbagai pihak. Dalam audiensi dengan Dinas ESDM Provinsi Jateng pada Rabu (4/7), pimpinan instansi itu, Ir Teguh Dwi Paryono MT memberi rekomendasi agar mobil tersebut dicatatkan pada Museum Rekor Indonesia (Muri). Hal itu mengingat Molex merupakan mobil listrik pertama yang memanfaatkan tiga sumber energi.

''Mobil listrik yang sudah ada, maksimal memanfaatkan dua sumber energi,'' kata dia sambil menambahkan dukungan dari pimpinan kampus, yayasan, dan Kadin Jateng juga sangat baik.
Dikatakan, mobil hibrid itu merupakan kreasi dosen, laboran, dan gabungan mahasiswa Fakultas Teknik Elektro, Industri, Informatika, dan Teknik Komputer di Fakultas Teknologi Industri.

Arus Searah

Unissula, kata dia, siap mengembangkan mobil listrik tersebut dan berpartisipasi dalam pengembangan mobil listrik nasional sebagaimana digagas pemerintah saat ini.
Menurutnya, pengembangan mobil hibrid di Unissua sudah berlangsung lama, diilhami antara lain makin menipisnya ketersediaan energi, terutama yang bersumber dari minyak dan gas. Karena itu, pihaknya menggagas mobil hibrid yang seluruh putaran roda dan sistem kendalinya digerakkan tenaga listrik.
Awalnya, kata dia, tim membuat mobil hibrid yang diberi nama TIO, singkatan dari three in one, karena memanfaatkan pasokan energi listrik dari aki, sel surya, dan generator listrik (genset).

''Mobil ini memiliki penggerak motor berarus searah, dengan energi utama berupa aki yang disusun seriparalel. Rangkaian aki itu mendapat pasokan energi listrik lewat pengisian aliran listrik PLN. Setelah terisi penuh, sumber PLN dilepas dan aki siap menggerakkan motor listrik yang terhubung langsung dengan roda. Pada tahapan itu, aki mendapat pasokan energi listrik dari panel sel surya yang arusnya sudah searah,'' tuturnya.
Ketika pasokan dari aki mulai menipis, sementara sel surya tak bisa bekerja maksimal, misalnya karena cuaca mendung, sistem kontrol mobil itu secara otomatis akan menghidupkan genset yang selanjutnya memberikan catu daya ke aki.

Lewat berbagai penyempurnaan, lanjut dia, tim memilih menggunakan satu motor listrik bertorsi besar dengan sistem gardan ber-gear box, dan transmisi torsi otomatis sesuai pijakan gas.(C27-37) (/)

 

Sumber : Suara Merdeka