Mobil Hybrid Unissula

Isu tipisnya ketersediaan energi di alam ini, utamanya energi yang bersumber dari minyak dan gas, membuat manusia berfikir dan berlomba untuk mendapatkan energi alternatif yang bisa dimanfaatkan untuk menopang kehidupannya. Tidak hanya itu, berbagai upaya dilakukan untuk melakukan penghematan terhadap energi yang digunakan, guna memperpanjang usia penggunaan energi tersebut sekaligus menjaga ketersediaannya untuk jangka panjang.

Salah satu bidang yang paling banyak menyedot energi adalah bidang transportasi, dimana manusia memerlukannya untuk bergerak dan berpindah tempat untuk berbagai kepentingan. Selama ini energi yang digunakan sebagai bahan bakar sarana transportasi seperti sepeda motor, mobil, pesawat, kapal, kereta api dan mode sarana transportasi lainnya adalah bahan bakar minyak yang ketersediaannya di alam disinyalir semakin menipis. Untuk itulah bermunculan ide untuk menggantikan energi tersebut dengan energi alternatif yang murah dan tetap ramah lingkungan. Salah satu pilihan yang populer adalah memanfaatkan energi listrik yang selama ini digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun industri. Walaupun sudah ada kereta api yang menggunakan energi listrik, namun keberadaannya harus senantiasa tersambung dengan sumber energi utama yang digunakan.

Dari itu lah,  seiring dengan mendesaknya tuntutan akan energi alternatif, FTI Unissula telah lama menggagas, merancang dan merealisasikan penggunaan energi alternatif di bidang transportasi berupa pembuatan mobil hibrid, yaitu sebuah mobil yang menggunakan berbagai macam sumber daya dalam pengoperasiannya. Dalam hal ini FTI Unissula mengembangkan mobil hibrid bersumber daya dasar energi listrik, dimana seluruh putaran roda dan sistem kendalinya digerakkan dengan tenaga listrik.

Di awal pengembangannya, mobil hibrid ini terinspirasi oleh adanya berbagai sumber energi listrik yang bisa didapatkan. Selain bisa mendapatkan pasokan sumber energi listrik dari PLN, dapat juga didapatkan dari generator, accumulator (accu/aki), sel surya, tenaga angin, ketel, turbin dan lain sebagainya. Dari ide dasar itu, muncullah gagasan untuk menciptakan mobil hibrid yang diberi nama “TIO” yang merupakan kependekan dari Three In One, yakni mobil listrik dengan memanfaatkan pasokan energi listrik dari aki, sel surya dan generator listrik (genset).

Mobil “TIO” ini menggunakan penggerak berupa motor DC (Direct Current/Arus Searah) dengan energi utama berupa aki yang disusun secara seri-paralel dan secara khusus dikontrol dengan sistem kendali daya listrik hasil rancangan dosen dan mahasiswa FTI sebagai Tim Pembuatan Mobil Hibrid. Rangkaian aki tersebut awalnya mendapatkan pasokan energi listrik dengan sistem pengisian (charging) dari listrik PLN. Setelah penuh terisi, sumber PLN dilepas, dan aki siap untuk menggerakkan motor listrik yang terhubung langsung dengan roda-roda, dengan manajemen catu daya diatur oleh sebuah rangkaian kendali dan regulator listrik.

Selama terlepas dari pasokan listrik PLN, aki tetap mendapatkan pasokan energi listrik yang bersumber dari sel surya dimana arus yang keluar dari sel surya sudah berupa tegangan listrik searah (DC). Sekali lagi dalam pencatuan dari sel surya ke aki ini pun diperlukan rangkaian regulator khusus yang bertugas untuk memantau tinggi rendahnya tegangan listrik yang didapat dari sel surya, karena tegangan yang dihasilkan sangat bergantung pada pancaran sinar matahari yang diterima oleh sel surya.

Ketika pasokan dari aki terpantau mulai menipis, sementara sel surya tidak bisa optimal bekerja karena tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, maka sistem kendali daya mobil “TIO” secara otomatis akan menghidupkan genset dan pencatuan langsung diambil alih oleh genset tersebut, sehingga listrik di aki akan tetap terjaga dan roda-roda akan terus berputar.

Tim Mobil Hibrid FTI yang terdiri Dosen, Laboran dan Mahasiswa FTI berbagai program studi : Teknik Elektro, Teknik Industri, Teknik Informatika dan Teknik Komputer, terus berusaha mengembangkan mobil “TIO” dengan senantiasa mengadakan riset untuk mencapai kesempurnaan yang diinginkan. Kali ini pengembangan tertuju pada mesin penggerak yang berupa motor listrik. Pada rancangan mobil “TIO” sebelumnya, motor menggunakan sistem 2 motor brush-less yang langsung terhubung ke roda penggerak, yang dalam hal ini mengalami kendala saat starting atau pada saat mobil mulai berjalan dan membutuhkan torsi yang tinggi. Oleh karena itu itu, tim beralih untuk menggunakan 1 motor listrik bertorsi besar dengan sistem gardan ber gear box, dengan transmisi torsi otomatis sesuai pijakan gas yang diberikan. Sedangkan sistem catu daya masih sama seperti pada rancangan sebelumnya dengan penyempurnaan pada sistem kendali. Hasil rancangan dan realisasi kali ini diberi nama “H-MOLEX” yang merupakan kependekan dari Hybrid Mobile Electric, yang saat ini telah siap dilaunching dan diperkenalkan ke masyarakat luas.

Peluncuran perdana “H-MOLEX” direncanakan dapat dilaksanakan di depan Gubernur Jawa Tengah dan dicatat oleh rekor MURI sebagai penggagas pertama mobil listrik hibrid dengan alternatif sumber listrik terbanyak.


Berita Terkait